Latest Entries »

Petualangan di air menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas organisasi Madyapala UMB, pada kesempatan ini Madyapala UMB ikut serta dalam kegiatan Latihan Arung Jeram Nasional Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang diselenggarakn Mapala Stiem Palopo pada tanggal 27 April s.d 3 mei 2012 bertempat di sungai Rongkong Desa Parara Kabupaten Palopo Sulawesi Selatan. delegasi dalam kegitan ini saudara Noki “codet” Trian. Pengalaman yang cukup menantang bagi seorang codet karena untuk kali pertamanya melakukan pengarungan berbekal dari pengetahuan awal dia mencoba untuk memacu adrenalinnya di sungai Rongkong (grade 3 sampai 4), dengan kondisi yang sejuk di desa Parara ini peserta pelatihan ditempatkan di rumah-rumah warga (home stay) dengan maksud agar peserta lebih dapat berinteraksi dengan penduduk setempat berbagi cerita tentang daerah asal masing-masing dan barang kali berbagi pengetahuan yang bermanfaat untuk mereka, karena pada dasarnya peserta tetaplah bagian dari masyarakat yang notabenenya adalah kaum intelegensia mengingat kemabali apa yang pernah disampaikan Soe Hok Gie bahwa kita dapat mencintai suatu objek kalau kita berada ditengah-tengah objek itu sendiri. Mempertegas kembali untuk meminimalisir skeptis etnik. (0024)

MILAD VII

5 April 2012 ini tahun ketujuh Madyapala UMB berkiprah di bawah kepemimpinan Novensyah Bedta Putra progres organisasi mulai menggeliat beragam aktivitas baik di luar dan di dalam di ikuti dengan baik dan membuahkan hasil sebut saja kegiata Worl Day Adventure oleh GEMPA STAIN Bengkulu, kegiatan yang di ikuti oleh KPA, SISPALA dan MAPALA yang dilaksanakan di bulan April bertepatan dengan peringatan hari bumi Madyapala UMB keluar sebagai juara umum ini untuk kedua kalinya setelah yang pertama di tahun 2007, berselang satu minggu kemudian mengikuti kejuaraan yang diadakan oleh Mahupala UNIB bertempat di Jenggalu Adventur Camp, perlombaan yang berorientasi pada keunggulan kekompakkan dan kepemimpinan dalam sebuah tim Madyapala UMB keluar sebagai juara pertama dalam perlombaan tersebut. Beragam kegiatan yang lainnya pun diikuti partisipasi aktif pada setiap kegiatan menjadi langkah yang baik untuk terus maju, semua dukungan pun selayaknya harus selalu diberikan untuk kemajuan organisasi ini. kita masih tetap bisa untuk terus bermimpi menjadikan/mewujudkan sesuatu yang di idam-idamkan. Usia 7 tahun ini ajakan untuk semua anggota agar terus mampu mengajawentahkan motto organisasi ke dalam segala tindakan nyata baik itu di organisasi maupun di masyarakat luas “ingat dan terapkan” tegar dalam rintangan, tidak mati dalam cuaca, bersatu dalam membangun. Pada akhirnya keep getting bettter. Semangat dan jaya lah selalu. (A-Ma)

Tim Pcinta Alam Ekspedisi 12-12, baru-baru ini, menemukan gunung pertama di Provinsi Riau. Gunung setinggi 1.100 meter di atas permukaan laut itu diakui lembaga ilmiah sebagai satu-satunya gunung di Riau. Masyarakat adat setempat memberi nama gunung di Kampar itu Gunung Jadi.

Gunung Jadi yang ditemukan berada di Desa Sungai Santi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.  Untuk mencapai puncak gunung, Tim Ekspedisi 12-12 harus menempuh perjalanan 18 kilometer. Mereka menelusuri 10 bukit dan tujuh anak sungai di kawasan Hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling.

Anggota Tim yang terdiri dari sembilan aktivis lingkungan dan mahasiswa pecinta alam itu berusaha menembus rimba dengan medan yang berat. Menurut anggota Ekpedisi 12-12, kawasan hutan yang dihuni puluhan harimau, beruang, dan badak itu belum terjamah manusia. Setelah beberapa hari berjalan kaki di mulai dari tanggal 29 Desember 2011 s.d4 Januari 2012 , Tim Ekspedisi 12-12 akhirnya sampai di puncak gunung. Mereka langsung mengibarkan bendera Merah Putih di ketinggian 1.100 mdpl. Mereka juga membuat tugu untuk menandakan ketinggian dari puncak Gunung Djadi.

Gunung Jadi memiliki pesona dan keindahan alam yang luar biasa. Gunung itu memunyai potensi wisata alam yang menarik. Gunung itu mempunyai dua puncak. Di lembah gunung banyak air terjun, sedikitnya ditemukan 7 air terjun dengan ketinggian 3 hingga 30 meter.

Hendra Yudhistra salah satu anggota tim menyebutkan selama ini dari beberapa aktivis lingkungan yang kerap menjelajahi kawasan Suaka Margasatwa Rimba Baling terdapat sebuah puncak tertinggi di kawasan tersebut.
 “Atas dasar itu, kami mencoba mencari tahu tentang puncak tertinggi tersebut. Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut kami menemukan informasi yang valid tentang kebenaran bahwa puncak tertinggi tersebut merupakan sebuah gunung. Dan nama gunung tersebut adalah Gunung Djadi, ucap Hendra.
Dalam tim ekspedisi tersebut tim akan terbagi menjadi 3 bagian, pertama Tim Perjalanan yang akan menghasilkan sebuah peta perjalanan yang lengkap dengan seluruh informasinya, kedua Tim Riset yang akan melakukan identifikasi kondisi sosial dan budaya masyarakat di sekitar gunung serta mencoba merangkum keanekaragaman hayati yang ada dan ketiga Tim Dokumentasi yang akan menghasilkan video perjalanan dan dokumentasi foto.
Sumber
1. MetroTV

2. Kompasiana, “ini lah ekspedisi gunung Djadi “Gunung Pertama” di Riau 16 januari 2012

MUBES VI

Telah dilaksanakannya kegiatan musyawarah besar ke-VI (MUBES VI) selama 4 hari dari tanggal 25 s.d 28 Desember 2011, dengan dilaksanakannya Mubes ini maka terbentuk lah kepengurusan yang baru untuk periode 2012 menggantikan kepengurusan sebelumnya yang di amanahkan di bawah kepemimmpinan saudara Apriansyah. Berikut susunan pengurus Madyapala UMB periode 2012:

Ketua Umum                   : Novensyah Bedta Putra

Sekretaris Umum           : Hefri Zeki

Bendahara Umum          : Enggi Supriadi

Kabid. Diklat                     : Gardin

Kabid. Rumah Tangga   : Del Pastiawan

Kabid. Humas                   : Heri Saputra

Semoga dengan kepengurusan ini Madyapala UMB makin berjaya dan ditenagai untuk bisa berkiprah lebih baik dan mampu menjalankan Tri Dharma pergurun tinggi, sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. (A-Ma)

Upaya untuk menambah kapasitas dan penyegaran pengetahuan akan pentingnya organisasi yang dituangkan dalam bentuk kegiatan pelatihan manajemen organisasi yang diselenggarakan oleh Madyapala UMB pada tanggal 27 Oktober 2011 bertempat di auditorium kampus II UMB. Kegiatan ini juga dalam rangka menggugah kembali semangat sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober maka kegiatan ini mengangkat tema “aktualisasi pemuda menuju organisasi yang berkemajuan”

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini seputar keorganisasian, kepemimpinan, juralistik dan emotional spiritual quetiount (ESQ) metode yang digunakan dalam penyampaian materi adalah dengan partisipatori, ceramah, dan tanya jawab. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini dari berbagai lembaga mapala dan mahasiswa UMB yang baru akan memasuki organisasi. Peserta yang berasal dari mapala diikuti oleh MPA Satya Wanamandala Univ. Hazairin, Kampala FP UNIB, Gempa STAIN Bengkulu.

Wujud nyata dari aksi untuk bisa berkontribusi menyikapi persoalan lingkungan dalam hali ini sampah yang sudah menjadi persoalan yang tak dapat dihindari keberadaannya, entah itu di tengah-tengah masyarakat dan tempat terpencil sekalipun. Komunitas yang peduli lingkungan berusaha untuk tidak memperbanyak atau pun mengelola sampah yang sudah ada. Madyapala sendiri mencoba untuk melakukan tindakan nyata dalam menanggulangi sampah terutama sampah kertas, bersama kang soni YaPeKa (yayasan pendidikan konservasi alam) yang berpusat di bandung melakukan sharing dan praktek pengelolaan sampah kertas dengan melakukan daur ulang kertas bekas. Beberapa anggota yang terlibat cukup aktif mengikuti kegiatan itu, setidaknya memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi anggota yang tak pernah berhenti untuk belajar dari siapa pun dan dalam bentuk apa pun yang baik. Memunculkan kesadaran mengenai pembnagunan berkelanjutan di rasa penting diberikan kepada anggota tentang arti penting menjaga hubungan keharmonisan antara manusia dan alam sebagai mana yang dijelaskan dalam Al-Quran. Semoga apa yang hari ini kita lakukan benar-benar bisa berkontribusi sekalipun kecil seperti sebutir pasir di gurun untuk keselamatan kesejahteraan umat, pada hakikatnya gerakan zero waste (nol sampah) harus digalakkan di setiap komponen baik tua atau pun muda).

A-Ma (20 Oktober 2011)Daur Ulang

Matrikulasi yang dilaksanakan dari tanggal 12-15 September 2011 bertempat di Kampus II UMB, di hari ke dua Matrikulasi Madyapala UMB diberi kesempatan untuk tampil dihadapan peserta matrikulasi dengan 15 orang anggota memberikan pertunjukkan/memfasilitasi teman-teman mahasiswa baru bermain dalam beberapa game tujuannya tidak lain sebagai ice breaking bagi mahasiswa yang sudah beberapa hari mengikuti kegiatan matrikulasi, artinya game ini sebagai pencair suasana. Apresiasi yang tinggi bagi teman-teman mahasiswa baru yang telah bersedia tampil dan bergabung dalam permainan yang telah kami sediakan sedikit banyaknya mudah-mudahan itu menjadi warna yang menyenangkan di kegiatan matrikulasi. Permainan yang dilkukan terdiri dari 1) Cepat Tanggap, 2) Mutiara Kaca, 3) Tali kusut, 4) Botol paku. Di beberapa permainan dapat diketahui bahwasanya keinginan untuk terlibat itu kuat akan tetapi sikaf negative/tidak sportif dalam permainan masih terlihat jelas memang dalam kegiatan ini tidak dititik beratkan untuk membagun karakter ataupun kelompok melainkan sebagai media untuk mereka tampil dan berekspresi melepas barang kali kejenuhan yang ada. Di hari ketiga Ketua Umum Madyapala UMB (Apriansyah) tampill untuk menyampaikan materi sekilas Madyapala UMB dalam bentuk panel yang di isi oleh beberapa ketua Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di kampus UMB. Dalam penyampaiannya Ketua Umum memberikan stimulus respon kepada mahasiswa baru akan pentingnya berorganisasi dan hal-hal menarik seputar kegiatan Mapala pada umumnya dan terkhusus Madyapala UMB. Boleh jadi antusias mahasiswa baru cukup baik menerima keberadaan organisasi Madyapala UMB dengan ditunjukkanya semangat untuk mendengarkan dan bertanya tentang Madyapala UMB. Harapannya di tahun 2012 nanti perekrutan anggota anggkatan VII bisa melebihi dari angkatan VI baik dalam peserta maupun kualitas, terakhir ucapan terima kasih untuk teman-teman anggota Madyapala UMB yang telah meluangkan waktunya di kegiatan Matrikulasi maupun yang belum berkesempatan hadir. (A-Ma, 0024)

Perubahan iklim dunia akibat pemanasan global mulai berdampak nyata pada jumlah dan distribusi ikan di laut, selain pengaruh faktor penangkapan ikan besar-besaran tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem, dan polusi akibat ulah manusia. Hal ini efeknya akan dirasakan manusia pada akhirnya, terutama di segi ekonomi dan pemenuhan nutrisi protein yang selama ini diperoleh dengan meng-konsumsi ikan.

Peningkatan konsentrasi gas CO2 atau karbondioksida menimbulkan efek nyata pada ekosistem laut, dimana terjadi proses pengasaman yang membahayakan ekosistem laut, terutama karena mematikan plankton-plankton, yang termasuk dalam rantai makanan laut, yang menjadi sumber makanan banyak ikan. Terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan banyak organisme laut juga berada dalam bahaya olehnya.

Peningkatan suhu bumi juga berimbas pada peningkatan suhu air, baik air laut maupun air tawar, dan sangat menggangu kehidupan ikan-ikan di dalamnya. Walaupun pada dasarnya tingkat metabolisme ikan meningkat pada suhu yang lebih tinggi, tapi jumlah pasokan makanan jauh berkurang sehingga pada akhirnya menggangu proses pertumbuhan dan reproduksi ikan. Bahkan beberapa jenis ikan, termasuk di antaranya ikan Salmon, tak bisa bertelur sama sekali. Konsentrasi gas oksigen yang digunakan untuk bernafas juga berkurang di air yang bersuhu lebih tinggi, dan hal ini turut mempengaruhi ikan-ikan air tawar. Yang jelas kemampuan bertahan hidup para organisme laut pun menurun, terutama bagi ikan-ikan yang masih kecil.

Peningkatan suhu air laut juga membuat ikan-ikan tersebut berpindah ke perairan yang lebih dingin. Ikan-ikan yang berada di perairan tropis seperti Indonesia akan berpindah ke air yang lebih dingin. Ikan di air yang lebih dingin berpindah ke air yang lebih dingin lagi. Begitu seterusnya, hingga ikan di sekitar kutub utara pun berpindah ke utara ke daerah kutub yang lebih dingin lagi. Bahkan sebuah prediksi mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut berpindah sejauh 40 sampai 45 km tiap sepuluh tahunnya, sehingga pada tahun 2050 hampir semua ikan-ikan yang biasa ada di perairan tropis seperti Indonesia akan menghilang dan punah, berpindah ke utara atau ke selatan. Begitu parahnya efek pemanasan global, sehingga jika manusia menghentikan penangkapan ikan sama sekali, tetap saja hal ini tak terhindari dan hanya mundur waktunya 10 tahun.

Kalau sudah begini bagaimana dengan konsumsi ikan di Indonesia nantinya? Pastinya akan jauh berkurang, dan kita pun akan mengimpor ikan dari luar negeri, dan kehidupan para nelayan pun akan porak poranda. Yang jelas, tak hanya negara tropis seperti Indonesia yang merasakan dampaknya, karena semua negara merasakan yang sama yakni ikan-ikan mereka berpindah tempat. Sebelum ikan-ikan dari daerah yang lebih panas datang menuju perairan mereka, mereka pun merasakan kelangkaan ikan di perairannya.

Jadi sangat jelas sekali efek pemanasan global dan perubahan iklim terhadap konsumsi ikan manusia, dimana ikan adalah sumber protein utama bagi milyaran manusia di muka bumi. Selain dampak pemenuhan gizi dan kesehatan, ada juga dampak ekonomi yang ditimbulkan, mengingat terdapat ratusan juta orang yang profesi nya bergantung pada sektor perikanan, baik sebagai nelayan maupun karyawan-karyawan di perusahaan perikanan di seluruh dunia yang omsetnya mencapai ratusan milyar dollar Amerika per tahun dan perlu diingat bahwa hal di atas belum termasuk dampak negatif yang ditimbulkan oleh penangkapan ikan secara sembarangan, dan juga efek polusi laut akibat aktivitas manusia. Perlu ditekankan lg mengenai efek polusi laut ini, apalagi jika dikaitkan dengan tulisan saya terdahulu yakni Bahaya Plastik Bagi Lingkungan dan Kehidupan, dimana pada kenyataannya, hari demi hari semakin banyak ikan yang mati akibat tercemar bahan berbahaya yang melekat pada potongan kecil plastik, yang menurut penelitian sudah mencapai dasar laut saat ini. Dan hal ini akan terus berulang dan efeknya makin besar karena semakin banyak plastik yang masuk kelaut, sementara plastik yang termakan tak akan hancur dan diserap oleh tubuh ikan tapi akan keluar kembali ke laut walaupun ikan tersebut sudah membusuk dan mati. Potongan plastik yang sama akan bisa dimakan oleh ikan lainnya. Ini diakibatkan plastik tak akan benar-benar hancur, tapi akan tetap selama-lamanya berada di alam. Begitu juga dengan pupuk pertanian yang jika berlebihan menjadi sumber polusi bagi kehidupan laut.

Semoga semakin banyak manusia yang memahami dampak pemanasan global saat ini, dan semoga ada langkah-langkah nyata dari pemerintah di seluruh dunia, bekerjasama dengan ilmuwan dan ahli, untuk menangani bahaya punahnya ikan, antara lain dengan mengurangi pembuangan gas rumah kaca, mengurangi masuknya bahan-bahan sumber polusi laut, dan mencegah penangkapan ikan yang berlebihan.

horizonwatcher.blogdetik.com

Menyikapi persoalan yang beberapa bulan terakhir menjadi isu yang diperbincangkan oleh semua pihak yang terkait, terutama masyarakat yang peduli akan kelestarian lingkungan bisa dikatakan menjadi fenomena tersendiri di Bengkulu yaitu persoalan DAS Air Bengkulu yang tercemar. Madyapala  melihat situasi ini layak untuk diangkat ke dalam sebuah seminar sebagai perwujudan dari keikut-sertaan Madyapala dalam menyikapi isu lingkungan dan berperan dalam advokasi lingkungan, kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2011 yang dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I Drs. Onsardi, MM. Seminar  dengan tema “Slematkan DAS Air Bengkulu dari Pencemaran untuk Kelestarian” menghadirkan narasumber dari Polda Bengkulu, Yayasan Ulayat Bengkulu, dan Badan Lingkungan Hidup Prov. Bengkulu bertempat di aula kampus II Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Seminar ini dihadiri oleh beberapa instansi terkait Dinas ESDM, BLH Kota Bengkulu, BLH Bengkulu Tengah, LPPM UMB, Mapala, KPA, Walhi Bengkulu, OKP dan masyarakat umum. Output dari kegitan itu diketahui data dan fakta bahwa Air Bengkulu telah tercemar berdasarakan penelitian tim terpadu yang dinaungi BLH Prov. Bengkulu, ada ruang terbuka bagi setiap stakeholders untuk berpartisipasi dalam pengelolaan DAS Air Bengkulu secara terpadu, gambaran yang memposisikan penegakan hukum lingkungan terkait persoalan pengrusakan lingkungan. Dilihat dari segi pengambil kebijakan maka kegiatan ini bisa dikatakan sukses karena BLH Provinsi, Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah hadir dan memberikan pandangan-pandanganya menyikapi permasalahan DAS Air Bengkulu. (A-Ma) 

Gunung Dempo

Gunung Dempo 3159m dpl Angkatan VI mdpl ‘11 Gunung ini terletak di perbatasan Sumatra selatan dan provinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari terminal Kota Pagar Alam, terlebih dahulu mencarter mobil untuk jurusan pabrik teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 km dari terminal. Di daerah pabrik ini ada baiknya berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil Pak Anton, beliua termasuk orang yang dituakan oleh para pecinta alam Sumsel-Lampung. Dengan bantuanya mobil akan mengantar anda menuju kampung terdekat yaitu Kampung Empat, yang dapat memakan waktu lebih dari 30 menit. Di kampung Empat hanya ada satu warung itupun tidak lengkap. Gunung ini bisa didaki dalam dua hari satu malam akan tetapi cukup menguras tenaga, sebaiknya mendaki gunung dengan bermalam dua malam di gunung ini dan mendirikan tenda di pos II dan di pelataran, sehingga lebih bisa menikmati keindahan alam gunung dempo. Jalur menuju ke puncak inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa banyak orang desa yang sengaja naik puncak. Gunung ini memang cukup tinggi tetapi air jernih yang terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khwatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah kali kecil yang jernih mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang di tumbuhi dengan tumbuhan mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan Montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemirigan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hamper homogeny dan sangat hening. Rute Pendakian Kampung Empat (kebun Teh) 1691m dpl, entry point menuju pintu rimba ada di kebun teh yang terletak sedikit berjarak dari Kampung Empat. Ada beberapa titik yang bisa dijadikan sebagai entry point, kami merekomendasikan dari jalur setapak karah kiri keatas yang membelah kebun teh karena jalur ini mudah dikenali dengan adanya sebuah pohon yang ada plang nama club pecinta alam. Dari entry point ini menuju pintu rimba sekitar kurang lebih 20 menit. Pintu Rimba 1818m dpl persisi berada di ujung kebun teh sebagai penanda ada plang yang bertuliskan “Pintu Rimba” dari sini jalan setapak memasuki kawasan hutan, keadaan jalan setapak kecil dan sempit dikiri kanan banyak semak-semak dan kadang terdapat semak berduri, kemudian jalan setapak menjadi agak lebar dan dipenuhi oleh akar-akar pohon saat semakin memasuki hutan. Jalan setapaknya sangat jelas sekali. Jarak tempuh dari pintu rimba manuju pos I kurang lebih dua setengah sampai tiga jam. Pos I, 2165m dpl, pos satu ini cukup luas mampu menampung 5-6 tenda akan tetapi disini tidak ada sumber air, biasa pos ini hanya dipakai untuk beristirahat sejenak. Jalur setapak dari pos ini menuju pos II cukup jauh sekitar 3 hingga tiga setengah jam, dengan kondisi jalan setapak yang cukup curam, curam disini adalah jalan setapak yang gundakan tanjakannya cukup tinggi terkadang melebihi orang dewasa dan banyak sekali akar-akar pohon yang melintang sehingga terkadang harus memanjat untuk bisa melewatinya. Dengan jalur seperti ini sehingga menambah waktu tempuh menuju pos II. Dan dipertengahan antara jalur pos I dan pos II terdapat tanjakan Dinding Lemari, harus berhati-hati saat melewati tanjakan dinding lemari ini selain licin juga sebelah kanan jalan curam dan cukup tinggi sekitar 4 M. jalan setapaknya mudah dikenali dan lebar sedangkan hutanya cukup rapat. Pos II, 2632m dpl. Pos ini cukup lebar, ada beberapa lokasi untuk mendirikan tenda, di lokasi ini terdapar sumber air berjarak 100 m dan terletak disisi kiri bawah dari lokasi pos ini. Airnya cukup besar berupa air terjun kecil. Dari pos II jalur pendakian semakin curam dan tak lama kemudian kita akan memasuki daerah cadas, tumbuhan di daerah cadas ini sudah mulai pendek-pendek dengan ciri vegetasi puncak. Dari lokasi cadas kita bisa mengedarkan pemandangan kebawah dan akan terlihat hamparan bukit barisan dan perkebunan teh. Jalur semakin curam dan akhir dari tanjakan ini adalah puncak II dempo yang dikenal juga puncak dempo 3064m dpl. Waktu tempuh dari pos II hingga puncak dempo kurang lebih satu hingga satu setengah jam. Puncak dempo 3054m dpl, ini bukanlah puncak utama dempo, sedangkan puncak utama dempo “Puncak Merapi”. Dipuncak ini tertutup oleh pohon-pohon, namun di puncak ini kita sudah bisa melihat puncak Merapi dan alun-alun dempo yang dikenal oleh pendaki setempat “Pelataran”. Puncak dempo tidak begitu luas, sekitar 5×5 m dan dipenuhi oleh pohon-pohon. Pelataran 2998m dpl, dari puncak dempo kemudian jalan setapaknya turun kearah Pelataran, di lokasi yang luas ini sumber air bersih banyak tersedia dan jika musim edelweiss di pelataran ini bisa ditemukan bunga abadi tersebut. Jalur pendakian dari pelataran menuju puncak tidak begitu jauh dengan medan terbuka dan berbatu-batu. Sekitar 30 menit mendaki tanjakan tersebut kita akan sampai di bibir kawah. Dari bibir kawah puncak barada sebelah kanan berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki. Puncak Merapi 3088m dpl, puncak Merapi ini tidak ada tiang trianggulasi sepertinya sudah roboh hanya ada bekas-bekasnya saja. Dari puncak ini kita bisa melihat kawah gunung dempo berisi air berwarna putih kehijauan. Ada kalanya berubah warna menjadi putih pekat atau hijau pekat. Perijinan. Perijinan tidaklah sulit, di rumah Pak Anton kita bisa mengisi buku tamu dengan menuliskan jumlah anggota, dan lama pendakian. Setelah itu kita harus melapor ke kantor vulkanologi yang tidak jauh dari rumah Pak Anton. Dikantor ini kita juga bisa mendapat info terkini mengenai keadaan gunung dempo.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.